Hasil Ujian Sertifikasi

No Judul Hasil Ujian Download
1 HASIL UJI KOMPETENSI OPERASI PRODUKSI, Pusdiklat Migas Cepu - PT. Exxon Mobil Oil Indonesia tanggal 18 - 20 Juni 2015
2 HASIL UJI KOMPETENSI KETEL UAP/BOILER di Pusdiklat Migas Cepu - PT. Exxn Mobil Cepu Lmited tanggal 11 - 13 Juni 2015
3 HASIL UJI KOMPETENSI WELL CONTROL IADC Yogyakarta - PT. Pura Kencana tanggal 12 - 14 Juni 2015
4 HASIL UJI KOMPETENSI OPERASI PRODUKSI, Pusdiklat Migas Cepu - PT. Intam Widya Karya tanggal 10 - 12 Juni 2015
5 HASIL UJI KOMPETENSI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA / K3LL, Duri - PT. Bormindo Nusantara tanggal 09 - 11 Juni 2015
100 PNS Jember Dilatih Jadi Penyuluh Penghematan BBM
Kategori : berita pusdiklat migas Ditulis : Senin, 04 Maret 2013 Hits : 702 oleh : Administrator

KOMPAS.com (Rabu, 27 Februari 2013)|


Sedikitnya 100 pegawai negeri sipil di Pemerintah Kabupaten Jember didik dan dilatih menjadi penyuluh penghematan penggunaan energi atau bahan bakar minyak.


Mereka diminta untuk menularkan pengetahuannya kepada sesama pegawai negeri sipil yang tidfak tercatat sebagai penyuluh dan warga masyarakat di sekitarnya.


Ini diungkapkan Sutoyo, Kepala Sub Bidang Kerjasama dan Informasi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Migas Cepu kepada Pelaksana Diklat Penyuluh Lapang Pengendalian Pengawasan Bahan Bakar Minyak oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral di Jember, Jawa Timur, Rabu (27/2/2013).


"Program seperti ini dilaksanakan sebanyak 40 kali di beberapa kota di Jawa dan Bali," kata Sutoyo.


Saat ini penggunaan bahan bakar minyak sudah dianggap berlebihan dan dikhawatirkan mengganggu dan akan menghabiskan sumber daya alam yang ada.


Jika pemakaian berlebihan dibiarkan, berakibat pada berkurangnya sumber daya alam yang tak terbarukan. Oleh sebab itu, sudah saatnya masyarakat diberi pemahaman supaya menggunakan energi dan bahan bakar minyak lebih efisien.


Sulistiono, pemateri penyuluhan dari Pusdiklat Cepu menambahkan, pemanfaatan pegawai negeri sebagai penyuluh lapang pengendalian BBM diharapkan memberi kontribusi yang nyata.


Pada tahun 2013, kata Sulistiono, akan ada 4.000 orang penyuluh yang akan memberikan pemahaman tentang hemat energi kepada warga masyarakat.


Jawa dan Bali sangat berkepentingan untuk diadakan diklat bagi penyuluh lapang pengendali bahan bakar minyak. Sebab pemakai terbesar bahan bakar minyak 70 persen adalah Jawa dan Bali, sedang 30 persen dibagi rata ke Sumateri, kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.


Keterlibatan aparatur pemerintah, kata Sulistiono, dengan harapan bisa berbagi informasi dengan masyarakat sekitar yang arahnya agar peng gunaan energi dan bahan bakar minyak lebih efisien.


Prinsipnya kita bisa hemat BBM, energi yang tidak terbar ukan. Secara alamiah keberadaan energi yang tidak tergantikan itu akan terus berkurang, padahal kebutuhan untuk penggunaan energi tersebut terus meningkat.


Untuk itu, maka masyarakat perlu diberi pemahaman supaya memakai energi dan bahan bakar minyak lebih efisien.


(kompas.com)