Layanan Utama

  • Sabtu, 20 Desember 2014
    Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 18 Tahun 20
  • Sabtu, 20 Desember 2014
  • Sabtu, 20 Desember 2014
    Dalam melaksanakan tugasnya Pusdiklat Migas dilengkapi Laboratorium dan Bengkel selain digunakan untuk kegi
 

Berita Foto

Berita Terpopuler

Hasil Ujian Sertifikasi

No Judul Hasil Ujian Download
1 HASIL UJI KOMPETENSI PENANGGULANGAN BAHAYA H2S Pusdiklat Migas Cepu - Reguler, tanggal 09 - 11 Desember 2014
2 HASIL UJI KOMPETENSI OPERATOR PESAWAT ANGKAT Duri - PT. Akualitai, tanggal 10 - 12 Desember 2014
3 HASIL UJI KOMPETENSI OPERASI PRODUKSI, Pusdiklat Migas Cepu - PT. Pura Kencana Nusantara tanggal 11 - 13 Desember 2014
4 HASIL UJI KOMPETENSI OPERATOR PESAWAT ANGKAT Pusdiklat Migas Cepu - Conoco Phillips Indonesia tanggal 11 - 13 Desember 2014
5 HASIL UJI KOMPETENSI PERAWATAN SUMUR Pusdiklat Migas Cepu - Reguler tanggal 09 - 11 Desember 2014
100 PNS Jember Dilatih Jadi Penyuluh Penghematan BBM
Kategori : berita pusdiklat migas Ditulis : Senin, 04 Maret 2013 Hits : 552 oleh : Administrator

KOMPAS.com (Rabu, 27 Februari 2013)|


Sedikitnya 100 pegawai negeri sipil di Pemerintah Kabupaten Jember didik dan dilatih menjadi penyuluh penghematan penggunaan energi atau bahan bakar minyak.


Mereka diminta untuk menularkan pengetahuannya kepada sesama pegawai negeri sipil yang tidfak tercatat sebagai penyuluh dan warga masyarakat di sekitarnya.


Ini diungkapkan Sutoyo, Kepala Sub Bidang Kerjasama dan Informasi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Migas Cepu kepada Pelaksana Diklat Penyuluh Lapang Pengendalian Pengawasan Bahan Bakar Minyak oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral di Jember, Jawa Timur, Rabu (27/2/2013).


"Program seperti ini dilaksanakan sebanyak 40 kali di beberapa kota di Jawa dan Bali," kata Sutoyo.


Saat ini penggunaan bahan bakar minyak sudah dianggap berlebihan dan dikhawatirkan mengganggu dan akan menghabiskan sumber daya alam yang ada.


Jika pemakaian berlebihan dibiarkan, berakibat pada berkurangnya sumber daya alam yang tak terbarukan. Oleh sebab itu, sudah saatnya masyarakat diberi pemahaman supaya menggunakan energi dan bahan bakar minyak lebih efisien.


Sulistiono, pemateri penyuluhan dari Pusdiklat Cepu menambahkan, pemanfaatan pegawai negeri sebagai penyuluh lapang pengendalian BBM diharapkan memberi kontribusi yang nyata.


Pada tahun 2013, kata Sulistiono, akan ada 4.000 orang penyuluh yang akan memberikan pemahaman tentang hemat energi kepada warga masyarakat.


Jawa dan Bali sangat berkepentingan untuk diadakan diklat bagi penyuluh lapang pengendali bahan bakar minyak. Sebab pemakai terbesar bahan bakar minyak 70 persen adalah Jawa dan Bali, sedang 30 persen dibagi rata ke Sumateri, kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.


Keterlibatan aparatur pemerintah, kata Sulistiono, dengan harapan bisa berbagi informasi dengan masyarakat sekitar yang arahnya agar peng gunaan energi dan bahan bakar minyak lebih efisien.


Prinsipnya kita bisa hemat BBM, energi yang tidak terbar ukan. Secara alamiah keberadaan energi yang tidak tergantikan itu akan terus berkurang, padahal kebutuhan untuk penggunaan energi tersebut terus meningkat.


Untuk itu, maka masyarakat perlu diberi pemahaman supaya memakai energi dan bahan bakar minyak lebih efisien.


(kompas.com)